Review Earphone Merek UBQ Asal Negara Korea

Review Earphone Merek UBQ Asal Negara Korea

kotak earphone UBQ
earphone UBIQUO model UBQ-ES503 dan ES505


Ubiquo UBQ adalah sebuah perusahaan yang merilis earphones atau earbuds untuk para hobiis audio portabel, mereka menarget kelas bawah sekitaran rentang harga ratusan ribu rupiah (di bawah 300 ribu).

Perusahaan Ubiquo berasal dari korea, dan produk mereka fokus di earbuds. Dunia earbuds umumnya didominasi oleh merk Yuin dan Sennheiser, kehadiran perusahaan yang fokus di earbuds sangatlah jarang, sehingga kemunculan UBQ memberikan warna dan pilihan baru didunia Earbuds.

Kali ini saya akan mengulas earphones atau earbuds buatan Ubiquo ini dengan model UBQ ES505 dan UBQ ES503. Apakah bisa masuk jajaran kalangan Audiophile?

Review Earphones UBQ

Catatan pengetesan dalam mengulas earphones ini:
  1. saat membandingkan, volume untuk UBQ abu-abu selalu lebih besar dibandingkan UBQ ungu
  2. setting source-nya semua EQ dan audio enchancement off
  3. saya lupa berapa lama proses burn-in yang disarankan untuk peningkatan suara (saya ga hitung waktu), jadi anggap masih baru tanpa proses burn-in
  4. review ini dibuat berdasarkan telinga dan opini pribadi, jika Anda mempunyai kesimpulan berbeda, bukanlah suatu hal yang aneh. Seperti kata pepatah: "just believe your ears , and i believe my ears and we appreciate each other"

Alat tempur untuk review

  • Lagu: Jason Mraz Live Concert (wav), Roxette - stars remix (wav), Olivia ,  Jolin Tsai - Love Excercise (mp3), Michael Jackson, dll
  • Source: Cowon J3 (amp+unamp), Hifiman HM-801 (dac only), QLS QA-350 (transport only), ipod touch 3G (direct only)
  • Portable Amplifier: iQube, Xin Supermicro IV, ibasso D10
  • Earbuds merek lain untuk perbandingan: Yuin PK3, Cresyn EP800, V-moda, Hisound PAA-1

Design and Build Quality

Design dan material housing yang digunakan, serta warnanya yang matching memberikan nilai yang sangat tinggi dan elegan, mungkin salah satu yang terbaik dan bersaing dengan V-Moda Remix M-class.

Jika kita menggunakan earphones merek Yuin, kita akan merasa malu dan bagi yang tidak mengerti merek ini akan menganggapnya barang china murahan atau abal-abal seharga 20ribu rupiah, tapi lain halnya dengan UBQ, dengan design dan build yang menawan, terlihat lebih terkesan elit dan mahal, serta tampak aluminium pads.

Aksesoris

Aksesoris yang diberikan cukup sederhana, bahkan foam pads cuma diberi 1 set, yang ukurannya kekecilan untuk driver earbuds yang begitu besar, bahkan kusarankan cabut saja ring earbudsnya
untuk kemudahan pemasangan dan keamanan , ga susah kok cabutnya.

Kualitas foam yang diberikan kurang baik dan mudah koyak, saya punya koyak, untung gue masih ada cadangan foam pads dari earbuds lain. 

Dengan driver yang sangat besar, harusnya mereka membuat ukuran foam lebih besar juga, jika kalian kurang hati-hati dan menyebabkan foam pads koyak, mungkin kalian bisa jadikan alternatif donut foam. Aksesoris lain adalah pouch (kantung) warna hitam tempat menaruh earphones Anda.

Kualitas Suara

Dalam review, saya akan lebih sering menyebut UBQ ES-505 sebagai UBQ ungu dan UBQ ES-503 sebagai UBQ abu-abu untuk kemudahan dan efisensi kecepatan ketik.

Jika melihat karakteristik dasar UBQ abu-abu dan UBQ ungu yang dimana karakter drivernya itu Detail dengan Low yang tidak terlau kuat (catatan: biarpun dua2nya ga sedetail pk3), maka ada kemungkinan keduanya memiliki dirver yang sama, tetapi  perbedaan tweaking yang menyebabkan perbedaan suara finalnya berbeda jauh, dan juga ada kemungkinan salah satunya ditweaking lebih banyak dibanding lainnya.

UBQ-505 (Ungu)

Pada awal pengetesan UBQ ungu tanpa foam dan Open Box, terkesan suaranya sedikit Robotic (suara khas Cowon D2 di DAP), sehingga penggunaan Foam pads adalah wajib.

UBQ ungu memiliki karakter suara vokal yang sangat forward, boost frequency yang lumayan banyak secara keseluruhan (kecuali upper range), sehingga membuat coloration/pewarnaannya tergolong banyak, staging sempit, dan memiliki vokal yang megah, lebih megah diatas yuin pk3 dan ubq abu-abu pastinya.

Pada lagu jason mraz, saya merasa suara vokal jason lebih terasa khas cowo-nya yang agak berat dibanding Yuin pk3, suara jason pada pk3 jadi terasa gay disini  (dari perbandingan ini didapat kalau bagian vokal pria, yuin pk3 kalah).

Bass pada UBQ ungu lumayan banyak (untuk kategori earbuds) dan Punchy, tapi tidak sebanyak pk3 dan juga tidak se-deep pk3, kualitas bass juga masih dibawah pk3 dan ubq abu-abu, andaikan ubq ungu mempunyai kualitas bass sebagus abu-abu atau terbalik ubq abu-abu yang memiliki kuantitas bass sebanyak ubq ungu maka akan menghasilkan bass yang sempurna dan bersaing dengan pk3. 

Bagi yang menyukai karakter bass yang Punchy dan ingin mencari earbuds sebagai alternatif IEM, bisa memperhitungkan model ini. Pk3 mempunyai suara yang lebih bright dibanding ubq ungu dan abu-abu, dengan karakter suara yang tidak sebright pk3, saya merasa UBQ seolah2 tahu kalo suara dengan vokal yang forward ditambah aura bright, akan sangat menusuk kuping , bener2 aplaus untuk UBQ tidak membuat suaranya se-bright pk3 sehingga tidak menyiksa kupingku.

Sekilas suara UBQ ungu mengigatkanku pada suara dari earbuds Hisound paa-1, biarpun tidak sepenuhnya mirip, tetapi sebagian karakter suaranya mirip dibanding pk3 atau si abu2, sedangkan Hisound paa-1 merupakan salah satu earbuds yang mudah disukai oleh banyak orang, sehingga dapat saya simpulkan bahwa suara UBQ bakal mudah disukai (easy listening) juga, tentu saja UBQ memiliki design, housing material, aksesoris yang lebih baik serta design cable Y-Type (paa-1 menggunakan J-type).

UBQ ES-503 (abu-abu)

UBQ abu-abu pada saat saya mendengar pertama kali (saat open box), suaranya terkesan hambar atau kurang rasa, memerlukan waktu untuk membiasakan diri dan mencari setup yang tepat agar bisa lebih menikmati. 

UBQ abu2 memiliki coloration (pewarnaan) yang lebih sedikit, sehingga menghasilkan karakter yang terasa original di telinga. Setiap lagu seolah olah terasa presentasinya sangat original dan terasa nyata tidak dibuat-buat. 

Beberapa point unggulan dari UBQ abu adalah Detail yang bagus, Positioning instrumen musik yang bagus dimana suara alat musik dan vokal ditempatkan secara apik dan sebagaimana harusnya, kemampuan separasi yang oke dibanding merk lainnya, mungkin karena pengaruh driver earphone yang lebih gede mampu memberikan separasi terhadap spektrum yang lebih luas jika dibanding driver yang lebih kecil pada rentang level kualitas driver yang sama dan tanpa tweaking. 

Pada nada rendah, detail dapat ditampilkan dengan baik dan mid yang sedikit kering serta staging yang wide, dan yang pastinya ini bukan untuk basshead , para basshead dipastikan ga bakal suka.

Saya merasa suaranya lebih flat dibanding Yuin PK3 dan UBQ Ungu, biarpun high frekuensi mungkin sedikit dilebihkan dengan jumlah yang tidak banyak. UBQ abu-abu memiliki bass yang lebih deep dibanding UBQ ungu, tetapi UBQ ungu bassnya lebih tight serta secara kuantitas Bass lebih banyak tetapi suffer/menderita dari bass yang agak rendah frequencynya(terkesan kurang diproduksi dengan baik). 

Pada awalnya saya merasa frekuensi Treble pada UBQ ungu lebih spark, tetapi sewaktu head to head, barusan didapat kesimpulan kalau UBQ ungu terasa seolah-olah treblenya kuat itu disebabkan karena stagingnya yang sempit sehingga lebih dekat ke telinga, setelah pengetesan lebih lanjut dari beberapa lagu Roxette, didapat kesimpulan kalau UBQ abu-abu memiliki treble yang lebih spark dibanding UBQ ungu.

UBQ abu-abu lebih analytical dibanding UBQ ungu, disaat saya menggunakan file mp3 128 bitrates, ubq ungu saya masih bisa tahan, kalau ubq abu-abu langsung hancur banget distorsion di mana-mana.

UBQ abu-abu mendapat peningkatan yang signifikan disaat menggunakan setup yang komplit (amp+good cable/ic+dac). Dari setup yang saya coba yaitu QLS QA-350 > coaxial > DAC Hifiman 801 > Qables iQube (rada overkill sih), didapat kalo UBQ abu-abu lebih terasa peningkatannya dibanding Yuin PK3 dan UBQ ungu, mungkin karena karakternya yang rada original dan hampir tidak terasa ada coloration, sehingga penggunaan portabel amp jadi lebih membuat coloration pada suaranya, sehingga seolah-olah karakter suaranya berubah banyak. 

UBQ abu2 memerlukan power yang lebih banyak dibandingkan UBQ ungu, sebagai contoh jika di Cowon J3 saya menggunakan volume 14 untuk UBQ ungu, maka di UBQ abu-abu adalah sekitar volume 16.

Kebetulan saya memiliki earbuds asal korea lainnya yaitu Cresyn, yg cukup terkenal di korea, Jika dibandingkan dengan earbuds sesama merk dari Korea tersebut, UBQ memiliki nilai price/performance yang jauh lebih baik, setelah mencoba ini, terkesan kalo harga earbuds Cresyn itu oveprice, suara Cresyn yang tipis dan kurang mempunyai kesan bobot energi yang kuat, membuat suaranya di setiap frekuensi lemah dan tidak worth untuk harga 700-800rb, mode bass dan mode treble juga tidak berpengaruh banyak perubahaannya.

Kesimpulan

UBQ abu-abu dan UBQ ungu memiliki karakter yang berbeda biarpun saya mencurigai drivernya sama atau pembuatannya tidak beda jauh, sehingga jika kamu suka salah satu, pasti bakal kurang suka yang lainnya, kayaknya keduanya memiliki rentang harga yang hampir sama atau tidak jauh berbeda? (saya tidak tahu harga pastinya karena cuma dipinjam).

Jika Anda memiliki source dengan staging sempit (seperti ipod touch 3G), mungkin harus pikir 2x untuk ambil yg ubq ungu. saya sendiri jika disuruh memilih, jika source saya adalah Cowon J3, saya akan menggunakan UBQ ungu, tetapi jika source saya adalah Ipod Touch 3G, saya akan memilih UBQ abu-abu. 

Ada bagusnya testing langsung jika berkesempatan sebelum memutuskan mengambil salah satu, paling bagus beli dua-duanya sekaligus, dan yang tidak suka langsung jual salah satunya.

Yang sudah terbiasa menggunakan earbuds kelas high-end tidak disarankan.

Kedua UBQ tidak bisa memberikan WOW effect yang banyak di telingaku (mungkin juga karena gue uda mencoba hampir semua earbuds high end), UBQ untuk saat sekarang ini tidak bisa menjadi raja atau top-tier earbuds di sub $40 ataupun masih dibawah pk3 overallnya, tapi segi price/performancenya cukup bagus, dengan harga yang cukup murah tetapi menghasilkan suara yang begitu, UBQ tergolong worth price performancenya apalagi jika dibandingan dengan Apple iBuds, belum lagi design dan build quality yang top tier.

Beberapa peningkatan yang harus dilakukan UBQ untuk kedepannya adalah memberikan beberapa pasang cadangan foam, dan membuat ukuran driver yang lebih kecil agar foamnya bisa masuk.

Saya tidak sabar untuk menunggu UBQ merilis earbuds yang lebih high end, harusnya mereka cukup
potensial jika dilihat dari earbuds mereka yang ini.

Rekomendasi saya untuk tiga model earphones atau earbuds dalam pengetesan ini:
  1. UBQ 503 abu-abu = untuk Rock, Metal, Accoustic, Live Convert
  2. UBQ 505  ungu = Vokal , Pop Male, Heavy Jazz, mungkin Jazz separoh masuk, kurang cocok utk source yg staging sempit seperti itouch 3G
  3. Yuin pk3 = untuk Rock , R&B,  Slow Rock, Hip Hop, House, Tecno, beberapa lagu pop ala michael jackson.
Share:
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url