Kisah Nyata Kasus Eksperimen Kembar 3 Identik yang Tidak Manusiawi

Kisah Nyata Kasus Eksperimen Kembar 3 Identik yang Tidak Manusiawi

 Dulu ada sebuah kasus eksperimen yang melibatkan tiga bayi kembar identik. Kasus tersebut adalah kisah nyata dari tiga bayi kembar identik (triplets) yang lahir pada 12 Juli 1961 di New York, Amerika Serikat. Mereka sengaja dipisahkan sejak bayi sebagai bagian dari eksperimen psikologi kontroversial tentang nature vs nurture (faktor genetik vs lingkungan). Kisah ini terkenal lewat film dokumenter Three Identical Strangers (2018) karya Tim Wardle.

Subjek dari eksperimen ini adalah tiga saudara kembar identik bernama Robert Shafran, Edward (Eddy) Galland, dan David Kellman. Kisah ini sangat tragis dan nyata. Eksperimen 3 bayi kembar identik yang sengaja dipisahkan di keluarga miskin, menengah, kaya.

Hasil studi ini tidak pernah dipublikasikan. Karena menuai kecaman etika yang luar biasa, data eksperimen tersebut disimpan rapat di arsip Yale University dan tidak boleh dibuka sepenuhnya hingga tahun 2065.


Film dokumenter Three Identical Strangers (2018) karya Tim Wardle.


Latar Belakang Eksperimen

Pada era 1960-an, psikiater anak terkemuka Peter B. Neubauer (bekerja sama dengan Viola W. Bernard) melakukan penelitian rahasia melalui Louise Wise Services (agensi adopsi Yahudi di New York yang sekarang sudah tutup). Tujuan utamanya adalah mempelajari bagaimana lingkungan keluarga berbeda memengaruhi perkembangan anak-anak dengan genetik identik. Apakah kesuksesan dan sifat seseorang ditentukan oleh genetik (keturunan) atau lingkungan (pola asuh).

Bayi-bayi kembar ini (alias kembar triplets) dipisahkan secara sengaja dan ditempatkan ke keluarga adopsi dengan latar belakang ekonomi dan gaya pengasuhan berbeda:

  1. Satu keluarga miskin/blue-collar (pekerja kelas bawah, lebih keras/displin), ayahnya imigran pemilik toko (David).
  2. Satu keluarga menengah (middle-class), ayahnya seorang guru (Eddy/Edward). 
  3. Satu keluarga kaya/affluent (kelas atas, lebih longgar), ayahnya seorang dokter (Robert).

Orang tua adopsi tidak diberitahu bahwa anak mereka punya saudara kembar identik. Anak-anak tersebut diam-diam dipantau selama bertahun-tahun melalui kunjungan rumah, tes psikologis, dan evaluasi oleh tim peneliti, tanpa persetujuan informed consent dari keluarga. Ini dianggap sangat tidak etis karena melibatkan manipulasi adopsi dan eksperimen pada subjek manusia tanpa sepengetahuan mereka.

Kisah Penyatuan Kembali

Pada tahun 1980, saat berusia 19 tahun, Robert "Bobby" Shafran mulai kuliah di Sullivan County Community College, New York dan bertemu banyak orang yang mengira dia adalah teman mereka bernama Eddy. Karena penasaran, Robert pun menjumpai Eddy.

Setelah rangkaian petunjuk dan penyelidikan awal, didapat kesimpulan bahwa Eddy Galland dan Robert adalah kembar dan baru sadar bahwa mereka adalah kembar identik yang sama-sama diadopsi saat masih bayi. Berita ini menjadi sensasi media. Foto mereka beredar luas.

David Kellman, yang bekerja di sebuah toko kelontong dan berwajah mirip sekali dengan mereka, melihat berita itu dan menghubungi mereka. Ternyata ketiganya triplets!

Ketiganya langsung akrab, menjadi selebriti dadakan: muncul di talk show, membuka restoran bernama Triplets di New York, menikah, dan hidup bahagia bersama untuk beberapa waktu.

Namun, kegembiraan berubah menjadi kekecewaan saat mereka menyelidiki lebih lanjut asal-usul adopsi. Mereka menemukan bahwa pemisahan itu bukan kebetulan, melainkan bagian dari eksperimen rahasia. Rekaman penelitian asli disegel di Yale University hingga tahun 2065, sehingga detail lengkapnya belum sepenuhnya terbuka.

Salah satu dari mereka berakhir bunuh diri, yaitu Eddy Galland (Edward Galland, yang ditempatkan di keluarga menengah). Eddy dikenal sebagai sosok yang paling sensitif di antara ketiganya. Hubungannya dengan ayah angkatnya yang sangat disiplin dan kaku (ciri khas kelas menengah yang ingin naik kelas) diduga memperburuk kondisi mentalnya.

Eddy didiagnosis mengalami manic-depressive disorder (sekarang disebut bipolar disorder, atau bahasa Indonesianya disebut depresi klinis). Ia berjuang dengan masalah kesehatan mental sejak muda. Pada tahun 1995, ia bunuh diri dengan menembak diri sendiri di rumahnya di New Jersey, pada usia sekitar 34 tahun.

Dua saudaranya yang lain, David Kellman dan Robert Shafran, masih hidup (setidaknya hingga dokumenter 2018 dan laporan terbaru). Mereka berdua juga mengalami masalah mental di masa muda, tapi berhasil mengatasinya. Film dokumenter menyoroti bagaimana trauma pemisahan, rahasia adopsi, dan tekanan setelah reuni mungkin berkontribusi pada masalah mental mereka, meski faktor genetik (dari ibu kandung yang juga punya riwayat masalah mental) juga berperan.

Dampak dan Kontroversi

Kasus ini menjadi salah satu contoh paling terkenal tentang pelanggaran etika dalam penelitian psikologi. Banyak yang mengkritik Neubauer dan agensi karena:

  1. Memisahkan saudara tanpa alasan medis yang kuat.
  2. Tidak memberi tahu keluarga.
  3. Menggunakan anak sebagai subjek eksperimen tanpa persetujuan.

Beberapa sumber menyebut setidaknya tiga orang dari kelompok yang dipisahkan (termasuk Eddy) bunuh diri, menunjukkan dampak jangka panjang yang tragis.

Kisah ini sering dibahas sebagai pengingat betapa pentingnya etika dalam ilmu pengetahuan, terutama soal informed consent dan hak subjek penelitian.

Share:
Previous Post