Apakah Luckin Coffee Hadir di Indonesia?

Apakah Luckin Coffee Hadir di Indonesia?

79percentclock - Luckin Coffee adalah waralaba gerai kopi asal China dengan logo rusa yang menguasai pasar negeri tirai bambu itu, bahkan mengalahkan dominasi Starbucks pada tahun 2023.

Sebenarnya Luckin Coffee sendiri belum lama berdiri, yaitu tahun 2017 lalu, tetapi hanya dalam enam tahun sudah mampu menguasai pasar kopi China yang saat itu dikuasai oleh Starbucks. 

Kemampuan marketing Luckin Coffee memang patut diacungi jempol, karena bukan hanya menjadi penguasa pasar dalam waktu singkat 6 tahun, tetapi ternyata Luckin Coffee sempat bangkrut pada tahun 2021 setelah melalui berbagai kasus seperti ketahuan pemalsuan profit yang menyebabkan saham anjlok sampai 97%.

Sejak berdiri pun Luckin Coffee selalu mengalami kerugian dan makin parah setiap tahunnya. Pada tahun 2018 mengalami kerugian 230 juta dollar, $450 juta di 2019, $860 juta di tahun 2020.

Pada tahun 2022, setelah melalui serangkaian penggantian manajemen baru total, kemudian mereka melaksanakan R&D (research and development) besar-besaran terhadap pemasaran kopi, terutama rasa dan jenis minuman kopi. Akhirnya mereka mampu bangkit kembali dan keterpurukan.

Puncaknya, pada Juni 2023 mereka berhasil membuka lebih dari 10 ribu gerai kedai kopi dan mengalahkan Starbucks (6.395 gerai) yang biasa langganan selalu mendominasi jaringan kedai kopi di negara manapun. Ini merupakan hasil yang fenomenal, Luckin Cofee memiliki tim baru yang punya strategi marketing mumpuni dan jenius.



Salah satu yang membedakan Luckin Coffee dibanding lainnya saat itu adalah konsumen membeli kopi melalui aplikasi terlebih dahulu, kemudian barista kopi membuatnya dan konsumen tersebut akan datang pick-up (mengambil) kopi. Dengan cara ini, maka akan hemat biaya tempat sewa karena tidak terlalu membutuhkan ruang yang luas untuk orang duduk minum.

Tapi strategi yang membuat mereka mampu balik dari keadaan buruk adalah investasi besar-besaran pada bidang R&D, mereka fokus pada inovasi jenis minuman. Dari penelitian itu, mereka berhasil membuat minuman "Brown Sugar Boba Latte", yang ternyata memang sukes besar diminati oleh kawula muda.

Dengan melakukan percobaan dan menggabungkan semua bahan yang biasanya tidak pernah digabung dengan kopi, malahan membuat suatu minuman unik dengan rasa manis yang sangat disukai oleh generasi muda dan para pecinta kopi bahkan yang bukan pecinta kopi yang tidak menyukai rasa pahit, tentu saja itu membuat booming tiba-tiba seperti roket dan menjadi sangat populer.

Hal itu membuat Luckin Coffee menyasar pasar yang sangat luas, bukan hanya sekadar pecinta kopi, tetapi berbagai kalangan, karena rasa dan variasi minumannya sangat beragam. 

Sebelumnya orang membeli Luckin Coffee jika karena ada diskon, tetapi masalahnya itu membuat Luckin mengalami kerugian terus menerus. Tidak ada diskon , orang tidak akan beli dan beralih ke gerai kopi lain.

Dengan gebrakan kali ini, Luckin Coffee mampu menaikkan harga dan para konsumen tetap setia mau membelinya. Salah satu best seller Luckin yang pertama, "Newer Latte" dirilis september 2020, dijual seharga 18 Yuan, lebih mahal dari latte biasa, tetapi mampu tetap laku, menguasai 29% penjualan kopi Luckin.

Setengah tahun kemudian, Luckin merilis Coconut Milk Latte, yang harganya lebih mahal lagi dari sebelumnya Newer Latte, tetapi malahan penjualannya semakin menggila pesat. Bahkan sampai sekarang, Coconut Milk Latte masih menjadi minuman paling sukses dalam sejarah Luckin.

Kesuksesan Coconut Milk Latte itu membuat gerai kopi lain mengikutinya, mengeluarkan menu serupa, karena itu membuat fenomena unik di mana pada aplikasi layanan pesan antar makanan dan minuman terbesar negara China, Meituan, melaporkan bahwa penjualan menu minuman ini melebihi Latte dan Americano.

Luckin Coffee semakin gencar dalam bidang R&D, pada tahun 2023 merilis minuman 'Biluochun Latte' yang lagi-lagi harganya lebih mahal dari sebelumnya Coconut Milk Latte. 

Mau tahu seberapa mengerikan tim R&D mereka? Luckin merilis 113 produk minuman baru di tahun 2021, jadi setiap 3 hari mereka merilis yang baru. Mereka bisa begitu cepat juga karena merk lokal, sehingga mampu lebih fleksibel dibandingkan Starbucks yang harus mendapat approval dari pusat di Amerika jika mengeluarkan menu kopi rasa baru.



Selain R&D, kunci kesuksesan nomor 2 adalah faktor keberuntungan, di mana Luckin saat itu merekrut brand ambasaddor dengan menggunakan atlet ski wanita Eileen Gu. Saat itu Luckin mendapatkan kontrak murah karena masih atlet yang tidak terkenal. Tetapi siapa sangka dalam 5 bulan, Eileen memecahkan rekor ski gaya bebas dengan memenangkan 3 medal pada satu olimpiade musim dingin, yang saat itu kebetulan diadakan di Beijing sebagai tuan rumah pada tahun 2022, dan Eileen yang aslinya orang bule Amerika, kebetulan juga memilih mewakili negara China dibanding Amerika. Tentu saja jadi booming meledak popularisasinya, dan berefek besar terhadap merk Luckin Coffee.

Luckin Coffee hadir di lebih dari 230 kota di China, dan kemudian mulai mengembangkan bisninya di luar China. Negara pertama yang menjadi pasar luar negeri adalah Singapura, mereka membuka gerai pertama pada bulan maret 2023. 

Fokus utama mereka sementara ini masih di Singapura, yang saat ini bersaing dengan Kopi Kenangan asal Indonesia yang juga baru membuka gerai di Singapura, tetapi rasanya mereka juga akan membuka di negara lain di masa depan, seperti Indonesia.


Apakah Luckin Coffee ada di Indonesia?

Luckin Coffee belum ada di negara Indonesia. Hanya ada negara Singapura yang menjadi satu-satunya negara di luar China yang terdapat gerai Luckin Coffee. Tetapi di masa depan tidak menutup kemungkinan Luckin Coffee akan membuka kedapi kopi pertamanya di Indonesia, mengingat pasar kopi di negara ini sangat berpotensi.

Apalagi Luckin Coffee sudah membuka 14 gerai di Singapura yang notabene negara kecil, jadi sudah mulai titik maksimal. Mereka pasti memantau negara lain yang akan menjadi target pasar baru mereka.

Jika suatu hari benar hadir di Indonesia, maka kehadiran Luckin Coffee di Indonesia tentu akan membuat waspada waralaba lainnya, mengingat Flash Coffee yang merupakan kopi lokal Singapura pun bangkrut di Singapura terkena efek kehadirannya.

Share:
Next Post Previous Post