Marketshare Aplikasi Layanan Antar Makanan 2025-2026, GoFood Menurun

Marketshare Aplikasi Layanan Antar Makanan 2025-2026, GoFood Menurun

Halo guys, data marketshare (pangsa pasar) dari aplikasi platform layanan antar makanan sudah rilis untuk yang tahun 2025.

Data terkini (untuk tahun 2025, karena laporan terbaru dirilis awal 2026) berasal dari laporan Momentum Works "Food Delivery Platforms in Southeast Asia 6.0" dan sumber terkait seperti Nikkei Asia serta Databoks/Katadata dan google.

Data menggunakan GMV sebagai acuan, GMV mencerminkan total pendapatan/volume transaksi di platform (nilai pesanan sebelum potongan biaya, diskon, dll.), bukan pendapatan bersih perusahaan (revenue) ataupun jumlah pelanggan unik. Ini adalah metrik standar industri untuk mengukur penguasaan pasar di food delivery, karena menunjukkan seberapa besar "ekonomi" atau nilai pesanan yang dikuasai app tersebut.

Market Share Layanan Pesan Antar Makanan Indonesia 2025

Logo 3 perusahaan food delivery di Indonesia
Logo Tiga Aplikasi Food Delivery di Indonesia


Pasar food delivery Indonesia (GMV sekitar US$6.4 miliar di 2025, naik 18% YoY) didominasi oleh tiga pemain utama: GrabFood, GoFood (dari GoTo/Gojek), dan ShopeeFood. Berikut breakdown market share terbaru untuk Indonesia (2025):

GrabFood: 46%

(Pemimpin pasar di Indonesia, meski secara regional SEA Grab punya 55%. Grab terus kuat di kota-kota besar dan ekspansi agresif.)

GoFood (Gojek/GoTo): 31%

(Masih sangat kuat sebagai pemain lokal, terutama di segmen Gojek ecosystem, tapi mengalami penurunan relatif dibanding tahun sebelumnya karena persaingan ketat.)

ShopeeFood: 23%

(Mengalami penguatan signifikan di 2025 – market share naik dan kompetitor melemah relatif. ShopeeFood semakin populer, terutama di kalangan Gen Z dan pengguna e-commerce Shopee.)

Lainnya: di bawah 0,01%

Catatan Breakdown:

  1. Total ketiga pemain ini mendekati 100% pasar utama (hampir tidak ada pemain lain signifikan seperti Foodpanda atau yang baru di Indonesia).
  2. Data ini berdasarkan GMV (Gross Merchandise Value / nilai transaksi kotor), yang paling akurat untuk mengukur penguasaan pasar.
  3. Untuk preferensi pengguna (misalnya "paling sering digunakan" atau "top-of-mind"):
  4. Di kalangan Gen Z (awal 2025): ShopeeFood ~39%, GoFood ~37%, GrabFood ~18% (sumber survei independen).
  5. Top-of-mind secara umum (2024-2025): GrabFood paling tinggi (~83% recall), diikuti GoFood dan ShopeeFood.

Dari data tahun 2025 baru rilis ini kita bisa dapat kesimpulan pasar terus bergeser, ShopeeFood menguat pesat di 2025 (dari sekitar 18% di 2024 menjadi 23%), sementara GoFood dan GrabFood relatif stabil tapi kompetisi semakin sengit. Pertumbuhan keseluruhan pasar Indonesia tetap tinggi (~18% YoY), dan Indonesia jadi pasar terbesar di SEA.

Sebagai perbandingan data pada tahun 2024 adalah sebagai berikut:

Pasar Food Delivery Indonesia Tahun 2024

Total GMV Indonesia: Sekitar US$5.4 miliar (naik ~18% YoY dari 2023, sesuai tren regional SEA yang tumbuh 13% ke US$19.3 miliar total SEA).

Market Share (berdasarkan GMV, estimasi Momentum Works dan sumber terkait seperti Nikkei Asia, LinkedIn analyst Eugene Ng, serta cross-reference dari laporan):

GrabFood: sekitar 46-50% (pemimpin stabil, mirip dengan posisi 2025 tapi sedikit lebih tinggi di beberapa estimasi awal).

GoFood (Gojek/GoTo): sekitar 35% (masih kuat sebagai pemain lokal, tapi mulai kehilangan share karena kompetisi).

ShopeeFood: sekitar 18% (sudah menguat signifikan dari tahun sebelumnya, dan ini titik di mana ShopeeFood overtake Gojek di level regional SEA; GMV ShopeeFood Indonesia estimasi ~US$2.3 miliar total SEA-nya, mayoritas dari Indonesia).

Catatan breakdown:

  • Ketiga pemain ini menguasai hampir 100% pasar utama (tidak ada kompetitor signifikan lain di Indonesia).
  • Data ini konsisten dari sumber kredibel seperti Momentum Works (laporan utama untuk SEA food delivery), Nikkei Asia, Databoks/Katadata, dan analisis investor.

Kesimpulan

GrabFood sepanjang tahun 2025 cukup konsisten tidak berubah banyak, dari angka 47% di tahun 2024 menjadi 46% di tahun 2025. Sangat stabil dibanding kompetitor.

GoFood mengalami penurunan drastis dari 35% menjadi 31%, pangsa pasarnya direbut oleh ShopeeFood yang sekarang mengambil 23%. 

Perkiraan saya ini disebabkan karena GoFood yang sudah tidak berani lagi memberikan promo dan diskon segencar dulu. Mungkin mereka memilih opsi bertahan dengan pelanggan dan jumlah pesanan yang lebih sedikit. 

Dari Hasil pengecekan perbandingan harga tiga aplikasi food delivery di tahun 2026, kebijakan GoFood tampak belum berubah, dan bahkan saya rasa lebih "pelit" lagi dibanding tahun 2025. Jadi perkiraan, pangsa pasarnya akan semakin turun di sepanjang tahun 2026 ini.

Share:
Previous Post