Perang Saudara Yaman yang Rumit

Perang Saudara Yaman yang Rumit


Berita Seputar Politik Luar Negeri - Beberapa tahun lalu Kristia Budiyarto, seorang bos komisaris BUMN PT Pelni, yang kerap dipanggil Kang Dede mengatakan serangan bom koalisi Arab Saudi di ibukota negeri Yaman yang dikuasai Houthi karena memang sering bikin ribut, seperti halnya ulah para keturunannya di Indonesia yang sering bikin onar, dikit-dikit demo.

Terlepas dari benar atau tidaknya kalimat yang kontroversi itu, saya melihat perang saudara Yaman itu lebih dari sekadar "etnis suka bikin ribut". Boleh dibilang perang sipil Yaman ini mirip dengan perang saudara di Suriah yang sangat rumit dan banyak kubu atau pihak yang terlibat.

Biasanya perang terjadi antara dua kubu, tetapi dalam perang Yaman ini terdiri dari tujuh kubu yang saling berselisih atau berperang satu sama lain (lihat peta diatas).

Karena itu, rasanya perang ini tidak akan berakhir dalam waktu cepat, bakal berlansung sangat lama dan bisa berabad-abad, mengingat terlalu banyak kubu. Jika cuma dua kubu, itu agak lebih sederhana, siapa yang menang perang maka langsung berakhir.

Biarpun dari peta terlihat 7 kubu, yang menjadi pemain utama atau inti hanya beberapa saja. Kemudian tujuh kubu itu pun sebenarnya terbagi lagi menjadi sangat banyak fraksi atau kelompok.

Siapa saja kelompok utama dari perang Yaman ini?


Berbagai Kubu di Yaman

Dari tujuh kubu tersebut, ada beberapa yang lebih dominan dibanding lainnya. Mereka adalah:


1. Houthi

Kubu ini di peta disebut Revolutionary Committee atau di Wikipedia sebut Supreme Political Council. Mereka ada kubu yang menguasai ibukota negeri Yaman sekarang ini. 

Houthi adalah salah satu etnis di negeri Yemen. Mereka banyak di supply senjata oleh Iran.

Houthi memiliki hubungan yang rumit dengan Muslim Sunni di Yaman, terkadang mereka mendiskriminasi kaum Sunni, tetapi juga merekrut dan bersekutu dengan mereka. Di bawah kepemimpinan Hussein Badreddin al-Houthi, kelompok ini muncul sebagai oposisi terhadap mantan presiden Yaman Ali Abdullah Saleh, yang mereka tuduh melakukan korupsi dalam jumlah banyak.

Jumlah pasukah Houthi diperkirakan sekitar 100 ribu personil. 


2. Pemerintahan yang di Gulingkan

Di peta disebut Cabinet of Yemen atau Hadi-led government, pemerintahan Yaman ini digulingkan oleh pemberontak Houthi yang menguasai ibukota Sanaa pada tahun 2014.

Kabinet Yaman adalah badan pemerintahan Yaman yang diakui secara internasional dan dipimpin oleh Presiden Abdrabbuh Mansur Hadi yang menggantikan mantan Presiden Ali Abdullah Saleh pada 25 Februari 2012 sebagai Presiden Yaman yang baru. 

Kubu ini dibantu besar-besaran oleh Arab Saudi dan koalisinya seperti UAE, Senegal, Sudan, Bahrain, Mesir, Jordania, Kuwait. Tapi yang benar-benar mengirim pesawat pembom secara terus menerus untuk membantu total adalah Arab Saudi. 

Kubu ini juga didukung oleh Amerika Serikat, Inggris, dan Israel, biarpun bantuannya tidak begitu kelihatan, mungkin hanya sebatas intelijen atau informasi. 


3. Southern Transitional Council

Dewan Transisi Selatan adalah organisasi separatis di Yaman Selatan. Ke-26 anggota STC termasuk gubernur dari lima kegubernuran selatan dan dua menteri pemerintah. STC dibentuk oleh fraksi Gerakan Selatan, juga dikenal sebagai al-Hirak al-Janoubi. Gerakan Selatan ini didirikan pada tahun 2007 selama masa jabatan mantan presiden Ali Abdullah Saleh, dan telah menyerukan kemerdekaan untuk Yaman selatan sejak lama.

Dideklarasikan pada 11 Mei 2017, dewan tersebut dipimpin oleh mantan Gubernur Aden, Aidarus al-Zoubaidi. Dia mendekralasikan diri sebagai presiden, dengan mantan menteri negara bagian Hani Bin Breik sebagai wakil presiden. Pembentukan dewan disahkan seminggu sebelumnya pada Deklarasi Aden Bersejarah, diumumkan pada rapat umum yang memprotes pemecatan al-Zoubaidi dari jabatannya sebagai gubernur. Dewan Transisi Selatan mengklaim menguasai sebagian besar wilayah di Yaman selatan.

Pulau Selatan pun mereka kuasai sepenuhnya, seperti Abdul Kuri, Samhah, Darsah, Socotra. Nampaknya pulau-pulau yang letaknya agak jauh ini sebagai backup jika mereka kalah perang. Jaraknya bahkan lebih dekat dengan negara lain dibanding negeri sendiri.

--

Dari tujuh kubu yang terlibat, rasanya dari pantauan saya hanya tiga itu yang agak kuat dan dominan, dari peta pun kelihatan hanya tiga itu yang warnanya nampak jelas.

Banyak pihak asing yang ikut terlibat, tapi umumnya dibalik layar. Yang benar-benar kelihatan ikut terlibat hanya Arab Saudi.

Biarpun saya pesimis perang ini akan cepat selesai, semoga PBB mau ikut campur dan melakukan misi perdamaian, bukan hanya terdiam.


Sumber:

  • Wikipedia: Yemeni Civil War



Share:
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url