Nostalgia Berbagai Komik Populer Zaman Dulu di Indonesia era 90an

Nostalgia Berbagai Komik Populer Zaman Dulu di Indonesia era 90an

 Yuk, kita nostalgia bareng! Siapa yang nggak kangen sama era 90an-awal 2000an, waktu hiburan utama anak-anak Indonesia adalah komik? Tiap pulang sekolah, langsung lari ke rental komik langganan, bayar seribu-dua ribu rupiah buat pinjam satu hari, baca komik indo seperti Wiro Sableng, komik Jepang seperti Doraemon, atau nunggu Majalah Bobo terbit tiap Kamis dengan cerita bergambar yang bikin imajinasi liar. Komik-komik ini nggak cuma hiburan, tapi bagian dari masa kecil kita yang penuh petualangan dan tawa 😊.

Berikut beberapa komik klasik yang paling ikonik dan sering bikin kangen:


Gambar: berbagai tokoh komik | sumber: google


Wiro Sableng (Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212)

Salah satu ikon terbesar komik silat Indonesia! Awalnya novel serial karya Bastian Tito sejak 1967, tapi versi komiknya yang terbit di era 80an-90an bikin Wiro Sableng meledak popularitasnya. Komik ini digambar oleh beberapa ilustrator terkenal seperti Arie atau John Tanjung, dan terbit dalam ratusan judul dengan format buku tipis yang mudah dibawa. Tokoh utama, Wiro, adalah pendekar muda berambut gondrong, bertato 212 di dada, dan bersenjatakan kapak maut Naga Geni 212 yang bisa menyemburkan api.

Wiro digambarkan sebagai pendekar yang santai, humoris, suka bercanda, tapi sangat kuat dan berani. Tawa khasnya “Wahaha... 212!” jadi trademark yang selalu ditunggu pembaca setiap kali dia mengalahkan musuh. Ceritanya penuh petualangan keliling nusantara, melawan penjahat keji, raja silat hitam, sampai makhluk gaib. Ada nilai kebaikan, persahabatan, dan keadilan yang kuat, tapi disajikan dengan gaya ringan dan absurd. Komik ini sering jadi buruan utama di rental karena tiap edisi tebal, penuh aksi brutal tapi lucu. Bagi banyak anak zaman itu, Wiro Sableng adalah pahlawan anti-mainstream yang paling keren!

Si Buta dari Gua Hantu

Karya legendaris Ganes TH ini adalah salah satu komik silat Indonesia paling klasik dan tragis. Tokoh utamanya adalah seorang pendekar buta yang tinggal di Gua Hantu, bernama Barda Mandrawata. Matanya dibutakan oleh musuh karena pengkhianatan, tapi justru membuat inderanya semakin tajam. Dia menguasai jurus sakti “Angin Samudra” yang mematikan dan bertarung dengan tongkat besi.

Cerita dimulai dari balas dendam atas kematian gurunya, tapi berkembang menjadi petualangan panjang melawan kejahatan di dunia persilatan. Komik ini terbit sejak era 70an hingga 90an, dengan gambar hitam-putih yang detail dan ekspresif. Suasananya gelap, penuh tragedi, pengkhianatan, dan pertarungan epik yang bikin tegang. Berbeda dengan Wiro yang lucu, Si Buta lebih serius dan emosional. Komik ini sering difilmkan, terutama versi klasik dengan Ratno Timoer sebagai pemeran utama. Bagi pembaca zaman dulu, Si Buta dari Gua Hantu adalah simbol ketabahan dan kekuatan batin, sekaligus komik yang bikin merinding sekaligus terharu.

Kungfu Boy

Manga karya Takeshi Maekawa ini jadi salah satu komik kungfu paling favorit di Indonesia era 90an. Tokoh utama Chinmi adalah anak muda polos yang belajar ilmu bela diri di kuil Dailin. Awalnya dia lemah, tapi perlahan menjadi petarung hebat melalui latihan keras dan petualangan.

Ceritanya ringan tapi penuh motivasi: tiap arc Chinmi menghadapi lawan baru yang lebih kuat, belajar teknik baru, dan mengatasi kelemahannya. Aksi bela dirinya digambar sangat dinamis dan detail, bikin pembaca ikut deg-degan. Komik ini terbit panjang, puluhan volume, dan selalu jadi rebutan di rental. Banyak anak cowok zaman itu terinspirasi untuk latihan bela diri gara-gara Kungfu Boy. Pesan moral tentang kerja keras, persahabatan, dan pantang menyerah membuat komik ini tetap dikenang sampai sekarang.

Candy Candy

Cerita romantis klasik karya Kyoko Mizuki dan Yumiko Igarashi ini adalah komik favorit cewek-cewek era 80an-90an. Tokoh utama Candy adalah gadis yatim piatu berambut pirang keriting yang ceria meski hidupnya penuh cobaan. Dia dibesarkan di panti asuhan, kemudian diadopsi keluarga kaya, tapi terus menghadapi tragedi cinta dan pengkhianatan.

Ceritanya super emosional: cinta segitiga, rahasia keluarga, penyakit, sampai kematian tokoh kesayangan. Banyak pembaca yang nangis bombay tiap baca edisi baru. Gambarnya cantik bergaya shoujo klasik, dengan panel-panel romantis yang bikin hati berdegup. Di Indonesia terbit lengkap oleh Elex Media, dan jadi salah satu komik romantis paling laris. Candy Candy mengajarkan tentang ketegaran hati dan harapan, meski sering bikin pembaca frustrasi karena endingnya yang kontroversial.

Doraemon


Si kucing robot biru dari abad 22 ini nggak perlu diperkenalkan lagi. Karya Fujiko F. Fujio ini jadi komik anak paling universal di Indonesia sejak 80an hingga sekarang. Nobita yang pemalas dan sering dibully selalu dibantu Doraemon dengan kantong ajaib penuh alat canggih dari masa depan.

Tiap cerita pendek penuh humor, imajinasi liar, dan pelajaran hidup sederhana: tentang persahabatan, kejujuran, lingkungan, sampai menghargai waktu. Komiknya terbit dalam bentuk tankobon tebal, dan sering ada di majalah Bobo atau edisi khusus. Doraemon bukan cuma hiburan, tapi teman masa kecil yang mengajarkan banyak hal tanpa terasa menggurui. Sampai sekarang masih populer, bahkan punya museum dan film layar lebar.

Tiger Wong

Manhua karya Andy Seto ini adalah salah satu komik kungfu China paling brutal dan populer di Indonesia era 90an. Tiger Wong adalah pemuda yang belajar ilmu sakti “Tapak Harimau” untuk balas dendam atas kematian keluarganya. Ceritanya penuh pertarungan berdarah, teknik kungfu ekstrem, dan plot gelap.

Gambarnya sangat detail dan realistis, aksi kekerasannya cukup keras untuk ukuran komik anak waktu itu. Banyak panel yang menampilkan otot, darah, dan gerakan kungfu nyata. Komik ini terbit panjang dan selalu jadi favorit cowok yang suka aksi keras. Meski ceritanya klise balas dendam, eksekusinya epik dan bikin pembaca ketagihan.

Crayon Shinchan

Komik karya Yoshito Usui ini terkenal karena humor nakal dan absurdnya. Shinchan adalah bocah TK umur 5 tahun yang super nakal, suka ledek orang, dansa “tarian pantat”, dan bicara blak-blakan. Bersama keluarga dan teman-temannya, dia bikin kekacauan di mana-mana.

Di Indonesia awalnya terbit sensor ketat karena banyak joke dewasa, tapi tetap laris karena lucunya nggak tertahankan. Komik ini beda dari komik anak lain: satir sosial orang dewasa lewat mata anak kecil. Banyak orang tua yang awalnya melarang, tapi diam-diam anaknya tetap baca di rental. Shinchan jadi simbol kebebasan berekspresi dan humor tanpa batas.

Detective Conan

Detective Conan

Karya Gosho Aoyama ini adalah manga misteri paling laris di Indonesia sejak akhir 90an. Shinichi Kudo, detektif SMA jenius, dikecilkan jadi anak SD bernama Conan setelah diracuni organisasi hitam. Dia tinggal di rumah teman masa kecilnya Ran dan membantu polisi memecahkan kasus pembunuhan.

Tiap volume penuh kasus logis yang bisa diikuti pembaca untuk tebak pelakunya. Misteri organisasi hitam jadi benang merah yang bikin pembaca penasaran puluhan tahun. Komik ini pintar, tegang, dan emosional sekaligus. Di Indonesia terbit sangat tebal oleh Elex, dan jadi komik detektif nomor satu yang mengajarkan logika berpikir.

Slam Dunk

Manga basket karya Takehiko Inoue ini bikin demam basket melanda Indonesia era 90an. Hanamichi Sakuragi, berandalan SMA yang awalnya benci basket, tetapi demi cewek, akhirnya mulai main basket, sampai kemudian  jatuh cinta pada olahraga itu dan jadi pemain hebat di tim Shohoku.

Ceritanya penuh motivasi, persahabatan, rivalitas, dan pertandingan basket yang digambar sangat realistis dan mendebarkan. Tiap match bikin pembaca deg-degan seperti nonton langsung. Banyak anak cowok yang mulai main basket gara-gara Slam Dunk. Komik ini nggak cuma tentang olahraga, tapi tentang tumbuh dewasa dan kerja keras untuk meraih mimpi.

Yu Yu Hakusho

Karya Yoshihiro Togashi ini adalah manga action-supernatural yang hits banget di awal 2000an. Yusuke Urameshi, berandalan yang mati demi selamatkan anak kecil, dibangkitkan jadi detektif dunia roh. Bersama teman-temannya Kuwabara, Kurama, dan Hiei, dia lawan iblis dan ikut turnamen antar dunia.

Aksi pertarungannya epik, teknik rohnya kreatif, dan karakternya dalam. Turnamen Gelap jadi arc paling legendaris dengan pertarungan yang bikin pembaca heboh. Komik ini punya campuran humor, drama, dan action yang pas. Di Indonesia laris banget, dan banyak yang bilang ini salah satu shonen terbaik sebelum era Naruto-Bleach-One Piece meledak.

Dragon Ball

Dragon Ball adalah komik manga legendaris karya Akira Toriyama yang pertama kali terbit pada tahun 1984 di majalah Weekly Shōnen Jump. Ceritanya mengikuti petualangan Son Goku, seorang bocah berekor dengan kekuatan luar biasa, yang menjelajah dunia untuk mengumpulkan tujuh Bola Naga (Dragon Ball)—bola mistis yang dapat memanggil naga Shenlong untuk mengabulkan satu permohonan.

Di Indonesia, Dragon Ball menjadi salah satu komik paling populer di era 90-an, hadir hampir di setiap rental komik, dan berperan besar memperkenalkan manga Jepang ke pembaca Indonesia. Hingga kini, Dragon Ball dianggap sebagai ikon budaya dunia dan fondasi bagi banyak manga shonen modern.

Lainnya...:

  • Tapak Sakti
  • Saint Seiya
  • Rurouni Kensin (Samurai X)
  • Captain Tsubasa 
  • Ranma 1/2
  • Fist of the North Star 
  • Sailor Moon
  • Cardcaptor Sakura
  • Kobo Chan
  • Dr. Slump
  • Chibi Maruko-chan
  • City Hunter
  • Panji Tengkorak

Kalau lihat judul di atas, kebanyakan adalah komik Jepang alias Manga yang populer di era 90an sampai awal 2000an. Kalau ngomongin era 90-an di Indonesia, itu memang masa keemasan komik Jepang (manga), terutama lewat penerbit Elex Media Komputindo, Gramedia, dan M&C. 

Share:
Previous Post