Para Orang Terkaya Dunia (Miliader) Punya Hobi Kebiasaan Minum Coca-Cola & Baca Buku
Coca Cola adalah merk makanan dan minuman (beverage) yang hadir di paling banyak negara, dengan hadir di lebih dari 200 negara (kecuali korea utara). Masing-masing negara terkadang memiliki resep yang sedikit berbeda, contoh paling terkenal adalah versi Meksiko.
Coca-Cola bukan hanya minuman biasa bagi masyarakat umum, tapi juga menjadi favorit bagi beberapa miliarder dan orang terkaya di dunia. Meski banyak yang menganjurkan gaya hidup sehat, para tokoh ini justru terbuka tentang kecintaan mereka pada soda ikonik ini. Berikut beberapa contoh menarik para orang terkaya dunia punya kebiasaan minum ini:
1. Warren Buffett: "Saya Seperempat Coca-Cola"
Warren Buffett, investor legendaris dan salah satu orang terkaya di dunia (CEO Berkshire Hathaway), adalah penggemar berat Coca-Cola. Ia minum lima kaleng Coke sehari, terutama varian Cherry Coke. Buffett bahkan bercanda bahwa seperempat kalorinya berasal dari Coke, dan ia menganggapnya sebagai rahasia kebahagiaannya di usia lanjut (ia berusia 95 tahun pada 2025).
Perusahaannya memiliki saham besar di Coca-Cola, tapi kecintaannya ini dimulai dari rasa—bukan hanya investasi. Awalnya ia penggemar Pepsi, tapi switch ke Cherry Coke setelah mencoba sampel pada 1985.
2. Elon Musk: Diet Coke Tanpa Kafein dan Joke Viral
Elon Musk, bos Tesla dan SpaceX, lebih suka Diet Coke tanpa kafein. Ia pernah posting foto meja samping tempat tidurnya dengan empat kaleng Diet Coke. Dulu ia minum hingga delapan kaleng sehari (termasuk yang berkafein), tapi kini versi zero-caffeine dan maksimal enam kaleng sehari.
Musk juga pernah bikin heboh dengan tweet joke: "Next I’m buying Coca-Cola to put the cocaine back in" (merujuk sejarah Coke yang dulu mengandung kokain). Meski hanya guyonan, ini menunjukkan ia sering interaksi dengan brand Coke.
3. Bill Gates: Diet Coke Sehari-hari
Pendiri Microsoft, Bill Gates, mengaku minum tiga sampai empat kaleng Diet Coke per hari. Ia sering terlihat memegang kaleng Coke di wawancara atau acara, dan ini menjadi bagian rutinitasnya sejak di kantor. Dia bahkan bercanda bahwa jika dikumpulkan, kaleng-kaleng bekas minumnya dalam setahun bisa menghasilkan sekitar 15 kg aluminium.
Ada cerita terkenal dari seorang koki bintang Michelin asal Spanyol, Jordi Cruz. Suatu kali, Gates memesan seluruh restoran mewah milik Cruz selama dua hari. Namun, bukannya menikmati hidangan kelas dunia yang sudah disiapkan, Gates hanya memesan satu kaleng Diet Coke lalu pergi untuk kembali ke jet pribadinya. Sang koki kabarnya merasa sangat heran karena hidangan mahal tersebut sama sekali tidak disentuh.
4. Jeff Bezos: Ya, Penggemar Diet Coke!
Jeff Bezos, pendiri Amazon dan salah satu orang terkaya di dunia, memang suka minum Diet Coke, tapi tidak sefanatik seperti Warren Buffett (Cherry Coke 5 kaleng/hari) atau Donald Trump (12 kaleng/hari). Kecintaannya ini lebih sering disebut saat di era awal Amazon (sekitar 2010-an), saat ia masih rutin di kantor.
Bezos sering disebut minum Diet Coke sebagai minuman kerja sehari-hari, terutama untuk kafein tanpa kalori ekstra. Beberapa sumber lama bilang ia bisa minum beberapa kaleng per hari, mirip Bill Gates (3-4 kaleng), tapi itu dulu, sekarang setelah dia memilih pola hidup sehat, jumlah kalengnya pun berkurang drastis biarpun masih tiap hari minum.
5. Donald Trump
Donald Trump adalah salah satu penggemar Diet Coke terbesar di dunia—bahkan lebih ekstrem daripada Warren Buffett dengan Cherry Coke-nya! Trump dikenal minum hingga 12 kaleng Diet Coke per hari, menurut laporan New York Times sejak masa presidensinya pertama (2017-2021). Ini bukan rumor biasa, tapi fakta yang sering dibahas media karena jadi simbol gaya hidupnya yang unik.
Selama masa jabatan pertamanya, Trump pasang tombol merah khusus di meja Resolute Desk Oval Office. Tombol itu bukan untuk nuklir (seperti meme yang beredar), tapi untuk panggil staf White House bawa Diet Coke segar di atas nampan perak! Saat Joe Biden gantikan dia pada 2021, tombol itu dibongkar. Tapi... pada Januari 2025, saat Trump kembali jadi presiden (terpilih lagi), tombol Diet Coke itu dipasang ulang! Wall Street Journal dan banyak media besar laporkan ini sebagai salah satu "perubahan pribadi" pertama di Oval Office versi 2.0.


