Para Ahli AI dengan Gaji Fantastis, Di Incar Oleh Banyak Perusahaan Terbesar Dunia
Era sekarang ini adalah zaman teknologi AI (artificial intelligence), benar-benar sebuah loncatan besar dalam hal kecanggihan teknologi, bayangkan saja sejak OpenAI merilis ChatGPT, dalam 2 tahun saja perkiraan total ada sekitar 70 ribu perusahaan yang sedang atau sudah merintis sesuatu yang berhubungan dengan AI ke dalam sistem mereka. Tidak heran banyak perusahaan besar berbondong-bondong untuk merekrut para ahli dan startup di bidang AI.
Beberapa diantara para ahli AI tersebut memiliki penawaran gaji dan pendapatan yang fantastis angkanya, yaitu:
Alexander Wang
— Alexandr Wang (sering disebut Alexander Wang) yang paling terkenal soal perekrutan gencar oleh perusahaan Meta (yang menaungi Facebook, Whatsapp, Instagram), yang memang contoh klasik: Pendiri dan mantan CEO Scale AI, direkrut Meta pada Juni 2025 sebagai Chief AI Officer untuk memimpin Meta Superintelligence Labs. Meta investasi $14.3 miliar untuk ambil 49% saham Scale AI, sebagian besar demi bawa Wang dan timnya. Paketnya disebut-sebut sangat besar, meski detail pastinya tidak selalu dipublikasi.Alexandr Wang awalnya ragu dan sempat menolak ide untuk meninggalkan Scale AI dan bergabung dengan Meta. Awalnya dia anggap opsi meninggalkan Scale "unimaginable" (tak terbayangkan), karena Scale lagi di puncak—baru raise $1 miliar di valuasi $13.8 miliar (2024), dan dia sebagai founder/CEO sudah bangun perusahaan jadi powerhouse data labeling untuk hampir semua model AI besar (OpenAI, Google, Meta sendiri klien besar).
Zuckerberg/Meta mulai negosiasi dengan tawaran investasi awal sekitar $5 miliar (awal Mei 2025), tapi Wang counter dengan $20 miliar (mau valuasi lebih tinggi). Akhirnya deal jadi $14.3 miliar untuk 49% saham Scale AI (valuasi Scale naik jadi ~$29 miliar), plus Wang gabung Meta sebagai Chief AI Officer leading Meta Superintelligence Labs (MSL), bawa beberapa engineer Scale.
Matt Deitke
— Matt Deitke adalah seorang Peneliti AI berusia 24 tahun (drop out PhD University of Washington), pendiri startup AI. Meta (langsung dari Mark Zuckerberg) tawarin paket sekitar $250 juta selama 4 tahun (bisa sampai $100 juta di tahun pertama). Awalnya sempat ditolak, tapi deal ini kemudian jadi headline besar karena nilainya ekstrem.
Jadi pada awalnya, Meta (langsung dari Mark Zuckerberg via phone call) tawarin paket kompensasi sekitar $125 juta (stock + cash) selama 4 tahun untuk gabung ke Meta Superintelligence Labs. Deitke tolak karena lebih memilih stay di startup-nya sendiri (dia anggap tawaran itu "low-ball" dibanding value yang dia bawa).
Zuckerberg kemudian bertemu secara pribadi dengan Deitke (Zuck personally fly out dan meet him). Setelah pertemuan itu, Meta balik dengan tawaran yang dikalikan dua jadi sekitar $250 juta selama 4 tahun, dengan potensi hingga $100 juta dibayar di tahun pertama saja. Akhirnya Deitke terima deal itu di sekitar Juli 2025.
Ini jadi salah satu headline paling gila di "AI talent war" 2025, dilaporkan luas oleh The New York Times, NY Post, Times of India, dan banyak outlet lain. Ceritanya mirip drama: anak muda genius tolak ratusan juta, Zuck turun tangan langsung, lalu deal naik drastis.
Source: Times of India
Ruoming Pang
— Ruoming Pang adalah Mantan pemimpin tim AI models di Apple. Direkrut Meta dengan paket kompensasi ratusan juta dolar (disebut lebih dari $200 juta total, bahkan melebihi gaji eksekutif top Apple kecuali CEO). Apple gak mau counter offer.
Apple punya tim AI solid (Machine Learning Research, Foundation Models team), dan banyak rekrut dari Google/Alphabet (contoh Ruoming Pang dulunya dari sana sebelum ke Apple lalu ke Meta lagi). Strategi Apple lebih fokus integrasi AI ke produk existing (seperti Apple Intelligence di iOS, Siri upgrade) daripada race ke superintelligence/AGI secara terbuka seperti Meta atau OpenAI.
Apple bukan ga pernah hunting, tapi di era talent war brutal 2025–2026 ini, mereka lebih sering dihunting (terutama oleh Meta dan OpenAI) daripada jadi pemburu utama. Ini bikin Apple Intelligence/Siri sering dikritik "tertinggal" dibanding Gemini, Grok, Llama, atau ChatGPT.
Mira Murati
Jason Wei dan Hyung Won Chung
— Dua peneliti kunci dari OpenAI (bekerja di reasoning models). Direkrut Meta untuk tim superintelligence-nya. Meta tawarin paket tinggi (termasuk kompensasi equity yang hilang dari OpenAI), bagian dari blitz hiring Zuckerberg.
Shengjia Zhao
— Mantan lead scientist OpenAI, co-creator ChatGPT dan GPT-4. Direkrut Meta dan jadi chief scientist di Meta Superintelligence Labs, bekerja dekat dengan Zuckerberg dan Wang.
Lucas Beyer, Alexander Kolesnikov, Xiaohua Zhai
— Trio peneliti top dari OpenAI (sebelumnya dari Google DeepMind, bantu buka kantor Zurich OpenAI). Direkrut Meta dalam gerakan poaching besar-besaran.Andrew Tulloch
— Mantan co-founder Thinking Machines Lab (startup Mira Murati, ex-CTO OpenAI). Meta tawarin paket yang disebut bisa mencapai $1.5 miliar selama 6 tahun (meski Meta bilang angka itu dibesar-besarkan). Akhirnya dia gabung juga.Varun Mohan
— Varun Mohan adalah co-founder dan CEO Windsurf, sebuah startup AI coding, yang direkrut Google DeepMind dengan deal $2.4 miliar.
Google tidak membeli perusahaan Windsurf (Exafunction, Inc.) secara utuh. Sebaliknya, mereka membayar sekitar $2,4 miliar untuk:
- Merekrut Talenta Kunci: Varun Mohan (CEO), Douglas Chen (Co-founder), dan sejumlah tim inti R&D bergabung ke Google DeepMind.
- Lisensi Teknologi: Google mendapatkan lisensi non-eksklusif atas teknologi AI coding milik Windsurf untuk diintegrasikan ke dalam ekosistem Gemini.
Meskipun pemimpin utamanya pindah ke Google, startup Windsurf sendiri tidak bubar. Perusahaan tetap beroperasi secara independen untuk melayani klien korporat mereka. Sebelum deal dengan Google terjadi, Windsurf kabarnya sempat bernegosiasi dengan OpenAI untuk akuisisi senilai $3 miliar. Namun, kesepakatan itu batal (diduga karena masalah akses IP dengan Microsoft), yang kemudian memberi jalan bagi Google untuk masuk dengan tawaran lisensi dan rekrutmen ini.
Banyak peneliti OpenAI/Google DeepMind yang dapat tawaran $100 juta signing bonus dari Meta (disebut Sam Altman sendiri), meski gak semuanya ambil.
Secara umum, trennya: Meta lagi paling agresif (Zuckerberg personally terlibat, bahkan bawa sup homemade buat rekrut!), tapi OpenAI, Google, Anthropic, xAI, dan Microsoft juga saling poach dengan paket $100–300 juta+ over several years, termasuk bonus cash, stock, dan kompensasi equity yang hilang.


