Model Konten Dewasa OnlyFans Terpilih jadi Walikota!

Model Konten Dewasa OnlyFans Terpilih jadi Walikota!

Di mana pun tempatnya, politik selalu menjadi hal menarik untuk dibahas. Bagi sebagian orang, politik bahkan bisa jadi ambisi. Seperti ingn menduduki jabatan tertentu, ingin melakukan perubahan di suatu wilayah dan masih banyak lagi hal-hal yang ingin dicapai melalui jalur politik. Karena ada yang bilang, politik itu soal kepentingan.

OnlyFans model

Kalangan Artis, figur publik, atau tokoh masyarakat seringkali terjun ke dunia politik. Sudah sangat banyak artis Indonesia yang memilih untuk terjun ke dunia politik. Mereka memanfaatkan nama besar dan popularitas dirinya untuk bisa mendapatkan banyak suara dan mengincar posisi yang ditargetkan, salah satu contoh adalah Anang Hermansyah dan Ahmad Dhani.


Tapi bagaimana jadinya kalau model konten dewasa di platform Onlyfans yang jadi calon dalam pemilihan politik?

Hal ini terjadi di Ekuador. Seorang kreator di Onlyfans bernama Maria Fernanda Vargas terpilih menjadi walikota Simon Bolivar Canton, sebuah kanton di provinsi Guayas, setelah memenangi lebih dari setengah suara dalam pilkada di sana. Popularitas yang ia dapatkan dari platform dewasa tersebut rupanya cukup berpengaruh ke jumlah suara yang didapatnya.

Meski begitu, para warga yang memilihnya juga memilih bukan hanya karena doi ini seksi ya. Tapi dari latar belakang pendidikan ia merupakan sarjana jurnalistik di Universitas Negeri Milagor. Bahkan saat ini dirinya masih melanjutkan pendidikan di bidang hukum. Jadi, dia juga cukup melek dan sadar akan pentingnya pendidikan.

Masuk ke dunia politik memang jadi keinginan Maria sejak lama. Dengan cara ini ia ingin menunjukkan bahwa seorang pemimpin bisa muncul dari golongan mana pun. Termasuk dirinya yang merupakan model dewasa. Selain itu, hal ini juga menunjukkan bahwa Onlyfans bisa menjadi alat kampanye baru untuk meraih suara di masa depan.

Maria juga mengungkapkan walau dirinya kini telah menjabat sebagai walikota, ia akan tetap menggunakan Onlyfans sebagai sarana untuk mencari dukungan. Sementara, banyak sekali narasi dari pihak lawan politiknya yang menyebut Maria menjual diri di Onlyfans demi menang pilkada. Tapi hal itu jelas sudah menjadi resiko.

Hal seperti ini tentu sangat tidak relate dengan Indonesia. Bayangkan jika hal seperti ini terjadi di Indonesia. Demo macam apa yang akan terjadi? Pasti akan ada boikot di mana-mana dan akan mustahil bisa menang dalam pilkada di Indonesia.

Negara yang kental dengan kultur dan ajaran agama seperti di Indonesia tentu akan memblokade jalan seorang model dewasa untuk terjun ke politik. Memang pada dasarnya semua orang memiliki hak politik. Tapi hal itu rasanya tidak berlaku lagi jika seseorang itu bertentangan dengan nilai moral dan agama. Miris memang.

Di luar sana, profesi seperti ini masih memiliki peluang dan jalan lain di luar sana. Keberadaannya masih diterima. Tapi di sini, sekali menjadi model onlyfans mungkin akan terjadi penolakan budaya yang membuat orang tersebut tak diterima di mana-mana.


Sumber: harrywjyy di Kaskus

Share:
Next Post Previous Post