Review JVC Victor Alneo V80

Review JVC Victor Alneo V80

Victor Alneo V series merupakan sebuah pemutar musik genggam atau biasa disebut DAP (digital audio player) buatan dari perusahaan asal jepang bernama Victor, yang masih berkaitan dengan JVC alias satu grup perusahaan. Di Indonesia, alat ini lebih dikenal dengan sebutan MP3 player atau pemutar musik mp3.

Yang akan di review adalah Victor model XA-V80 yang ukurannya kecil dan memiliki kapasitas penyimpanan 8gb, ketahanan baterai hingga 25 jam, dan ukuran layar LCD 2 inci. Model ini ada pilihan empat warna, dengan warna utama adalah merah. 


audio player victor alneo V80
DAP Victor Alneo V80 asal Jepang

Informasi Seputar Victor

Apa itu merek Victor? apakah merupakan sebuah merek tidak terkenal yang barusan belakangan ini muncul di dunia audio? ternyata tidak juga, bagi yang belum tahu , Victor merupakan merek JVC di pasar Jepang. Kalau JVC sudah pasti tahu donk?

Ya, biarpun JVC kurang terkenal di dunia portable audio atau dunia DAP, setidaknya di dunia elektronika cukup mempunyai nama. Dan di dunia audio secara keseluruhan, JVC telah melakukan afiliasi (joint venture) dengan kenwood, sehingga gabungan perusahaan JVC – Victor – Kenwood termasuk dalam Kenwood Group, biarpun masing-masing perusahaan itu berjalan sendiri-sendiri.

Fitur

Dari berbagai fitur yang hadir, ada yang merupakan fitur umum, tetapi ada juga fitur yang khusus hanya ada di perangkat audio pemutar musik Victor Alneo, berikut di antaranya:

Sound Enhancement

  • Studio Setting
  • K2 Technology
  • Sound Effect
  • Volume
  • Manual Equalizer
  • Sound Atelier

Menu di Player Audio

  • Add Favourite
  • Delete
  • Gapless Playback
  • Speed Control
  • Reserve
  • Delete
  • Property
  • Intro Play
  • Random Play
  • Fitur-fitur non-audio:
    • Search Song berdasarkan Artist, Album, Genre, Release, New Tracks, Year, Browsing Folder, Track, Hot Selection (dibagi lagi menjadi recommended, my best, my life, dan never played)
  • Video
  • Photo Viewer

berbagai pilihan warna

Kualitas Suara

Suaranya termasuk kategori bagus, ya dunk kalo ga bagus gue ga bakal impor jauh-jauh dari Jepang , gue dari awal uda cari info kesana kemari dan gue liat impresi dari pemilik Victor Alneo terutama yang model HD500 pada bilang bagus suaranya, sehingga V80 yang merupakan model yang hanya ada di jepang (HD500 di amrik ada), harusnya mempunyai kualitas minimal setingkat atau mungkin lebih baik dikarenakan product yang lebih baru dari HD500. 

Dengan tipikal suara khas bright dan susunan alunan melodi yang rapi pada default settingnya, ternyata suara masih bisa di tweaking untuk meningkat lebih jauh lagi, mulai dari K2 technology yang menambah staging dan transparency dan liquid (basah), sampe sound effect yang bisa menambah daerah bass tanpa mengubah suara menjadi dark, tidak dilupakan Sound Atelier yang bisa tuning frekuensi suara agar lebih ke flat, maksudnya gini loh, setiap cans, amp, dan telinga manusia itu menerima / menangkap frekuensi-frekuensi suara tertentu lebih dominan (alias beda-beda), nah tujuan dari Sound Atelier ini adalah suruh kita melakukan beberapa testing (uji coba / percobaan), kemudian nanti hasilnya adalah sebuah graphic equalizer berdasarkan hasil dari test itu, yang akan membuat setiap frekuensi suara mempunyai besar bobot yang hampir sama di telinga kita alias lebih flat.

Kelebihan, Kekurangan, & Kesimpulan umum

Sangat jarang sebuah DAP memiliki fitur Gapless dan Delete (hapus) langsung dari DAP, itu merupakan nilai poin plus yang tinggi, kemudian untuk pan balance juga ada tetapi harus dari menu Sound Atelier. Juga ada fitur Speed Control, digunakan untuk membuat kita yang ingin menghafal lirik sebuah lagu sehingga bisa set ke slow (mode lambat).

Share:
Next Post Previous Post