Tomoro Coffee Master S.O.E series V2, Apakah Layak?

Tomoro Coffee Master S.O.E series V2, Apakah Layak?

Tomoro Coffee Master SOE series
sumber gambar: Youtube Tomoro Coffee Master S.O.E series


79percentclock - Kehadiran Tomoro Coffee di Indonesia seperti membuat sebuah harapan bagi saya yang ingin mendapat kopi dengan kualitas baik dengan harga yang tidak terlalu tinggi. Tidak heran, setiap minggu setidaknya saya memesan sekali Tomoro Cofee yang Master S.O.E series, karena memang kualitasnya mengejutkanku.

Apa itu Tomoro Coffee Master S.O.E series?

Bagi yang belum tahu, Master S.O.E series adalah istilah dari kedai Tomoro Coffee untuk biji kopi dan pelayanan serta kualitas yang lebih baik dibanding kopi standar. Jadi secara harga lebih tinggi, tetapi mendapatkan biji kopi yang lebih baik, disaring (filter) lebih ketat biji kopinya, dan pemilihan biji kopi yang lebih serius.

Selain kualitas rasa, Tomoro Coffee Master S.O.E series juga memberikan cangkir Cup kopi yang kualitasnya premium, bahannya tebal tidak seperti cup kedai kopi lain, kemudian tutupnya pun terkesan mewah, juga dikasih tote bag (semi kanvas). Benar-benar worth layanannya.

Biji kopi Master S.O.E series ini awalnya menggunakan biji kopi asal Ethiopia tepatnya wilayah estate Guji, wilayah ini merupakan dataran tinggi dengan ketinggian di atas 2000 mdpl sehingga biji kopi yang ditanam tempat tinggi gitu dengan oksigen yang lebih sedikit, menghasilkan kualitas yang unggul, aroma bunga dan buah, serta tidak begitu pahit. Pengolahan biji yang digunakan biasanya Natural Process.

Sebenarnya biji kopi Guji pun bukan yang paling saya favoritkan dari sekitar 5-6 biji kopi Ethiopia yang saya pernah coba. Tetapi Tomoro Coffee berhasil membuatnya menjadi sangat enak dan harum kualitasnya, benar-benar berhasil.

Tetapi kemudian pada bulan Januari 2024, Tomoro Coffee mengganti biji kopi yang baru, yaitu menggunakan biji kopi Kintamani Bali, mereka menyebutnya versi 2. Nah, di sini mulai saya merasa drop setelah mencobanya.

Beberapa hari lalu saya mencobanya, ternyata rasa yang dihasilkan di bawah kualitas kopi S.O.E. versi 1 yang menggunakan biji Guji. Rasa yang dihasilkan seperti terlalu datar, tidak berkarakteristik, hambar, tidak ada rasa khas yang kuat dan membedakan dengan biji kopi lain yang digunakan kedai kopi lain, dan memiliki tingkat rasa asam yang lebih tinggi dari biji kopi Guji.



Apakah saya merekomendasikan Kopi Master S.O.E. seri baru ini?

Tidak. Biasa setidaknya saya minimal pesan dan ngopi - minum Tomoro Coffee SOE series seminggu sekali, tetapi kali ini nampaknya saya akan berhenti berlangganan. It's just not for me. Satu-satunya alasan untuk membenarkan diri saya sendiri agar membeli dan meminumnya, tampaknya hanya di kualitas cangkir Cup yang tetap sama, dan jumlah Oz yang lebih banyak dari penjual kopi lainnya. Tapi untuk kualitas, tidak dulu deh.

Tidak tahu alasan kenapa mereka mengganti biji kopi. Tetapi sebelumnya memang sempat out of stock sekitar 1 minggu lebih di layanan pesan antar makanan seperti GrabFood, GoFood, dan ShopeeFood. 

Saya rasa mereka menggunakan biji kopi lokal agar untuk mengurangi cost (biaya), serta lebih mudah dalam mengatur stok, tidak perlu impor segala yang repot. Pasokan ketersediaan stok pun lebih terjamin. Dan dapat menekan biaya.

Biji kopi Bali Kintamani di Tomoro Coffee ini entah kenapa di aplikasi layanan pesan antar makanan menggunakan nama Kintamanis (ada tambahan huruf S), tetapi saya cek di situs-situs berita, tetap disebut Kintamani. entah typo / mistype atau apa.

Share:
Next Post Previous Post