Ada Berapa Banyak Negara di Dunia yang Memiliki Kapal Induk Pengangkut Pesawat Tempur?
Ketegangan dengan Iran membuat US (Amerika Serikat) mengirim berbagai armada ke perairan di timur tengah, salah satunya adalah kapal induk. Awalnya US hanya mengirim satu kapal induk yaitu USS Abraham Lincoln (CVN-72) yang berada di laut arab dekat negara Oman pada bulan Februari 2026, tetapi kemudian menambah lagi USS Gerald R. Ford dan USS George H.W. Bush.
Kapal Induk itu sangat ditakuti dalam dunia militer, karena bisa membawa pesawat tempur dalam jumlah banyak dan melakukan penyerangan besar. Tapi kekurangannya adalah sulit untuk dibuat, biaya pembuatan mahal, dan biaya pemeliharaan mahal. Kapal sebesar itu panjangnya bisa mencapai 330 meter dan beratnya mencapai 100.000 ton.
Kabar terakhir katanya Indonesia mau membeli Kapal Induk milik India, tapi itu masih dalam tahap wacana dan masih jauh dari kepastian.
![]() |
| Kapal Induk USS Roosevelt |
Kapal Induk Pesawat Tempur merupakan kapal berukuran sangat besar untuk mengangkut pesawat-pesawat tempur di laut. Bukan hanya mengangkut tetapi juga bisa untuk lepas landas pesawat dari atas kapal dan terbang melesat.
Untuk sekarang ini, hanya ada total sembilan negara yang memiliki kapal induk. Apa saja yang masih aktif untuk sekarang ini?
- Amerika Serikat (11): USS Nimitz, Dwight D. Eisenhower, Carl Vinson, Theodore Roosevelt, Abraham Lincoln, George Washington, John C. Stennis, Harry S. Truman, Ronald Reagan, George H.W. Bush, Gerald R. Ford.
- Russia (1): Admiral Kuznetsov 063
- China (3): Liaoning, Shandong, Fujian
- Prancis (1): Charles De Gaulle
- India (2): INS Vikrant dan INS Vikramaditya (juga dalam rencana membangun kapal induk ketiga bernama IAC-II berkapasitas 45 ribu ton.
- Italia (2): Giuseppe Garibaldi, Cavour
- Inggris (2): Queen Elizabeth R08, HMS Prince of Wales R09
- Spanyol (1): Juan Carlos
- Jepang (2): JS Izumo DDH-183, JS Kaga DDH-184
Awalnya merupakan kapal induk helikopter, Jepang berhasil melakukan konversi menjadi kapal induk pesawat tempur. Rencana kedepannya, juga akan konversi "Kaga", kapal induk helikopter lainnya yang sama termasuk izumo-class, untuk menjadi kapal induk pesawat tempur.
Beberapa negara lain yang pernah punya diantaranya adalah Brazil yang barusan mempensiunkannya ditahun 2017 karena masa aktif sudah lewat, terus Kanada dan Argentina pernah punya tapi sudah mempensiunkannya sejak lama. Jerman pernah tes konversi beberapa kapal jenis lain untuk diubah menjadi kapal induk tapi gagal, Belanda dan Ukraina memilih untuk menjualnya dimasa lalu, kemudian Thailand lebih memilih untuk mengubahnya menjadi Helicopter Carrier dengan alasan biaya perawatan yang terlewat mahal.
Jepang memiliki empat kapal helicopter carrier, dan men-klaim dua diantaranya bisa dijadikan kapal induk pesawat jika diperlukan dalam kondisi kritis, dan dua lagi yang lain direncanakan akan di konversi menjadi kapal induk pesawat dalam waktu mendatang untuk operasi STOVL.
Beberapa negara lain yang sedang membangun ataupun berencana membuat adalah Turki dan Korea Selatan. Mesir dan Australia tidak memiliki kapal induk pesawat, hanya helicopter carrier. Singapura berencana juga akan membuat satu helicopter carrier di masa depan dan untuk jangka panjang.
Secara ukuran, terdapat perbedaan dan design setiap kapal induk diatas, yang buatan Amerika biasanya berukuran lebih besar dan menampung lebih banyak pesawat tempur, biasanya bisa menampung sampai 90 pesawat. Dan juga bobot nya yang paling berat serta mampu menampung beban lebih berat dibanding umumnya. Kapal Induk Amerika Serikat ini disebut kelas Nimitz.


